Solusi Krisis Iklim: MDMC Temanggung Aktif Menanam Pohon untuk Masa Depan yang Hijau

Berita78 Dilihat

Oleh: Arif Zaini Arrosyid

Fordem.id, TEMANGGUNG – Saat sejumlah personel Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Temanggung menanam pohon, kabut mulai menyelimuti sisi utara lereng Gunung Sumbing di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung Temanggung.

Hawa dingin yang mulai menusuk tulang tidak menghalangi relawan dari MDMC dan ratusan relawan lain untuk menanam pohon di puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2024 di kabupaten tersebut.

Terlibat dalam penanaman itu Forkompimda, relawan dan kelompok kesenian. Pada aksi tersebut, masyarakat menandatangani kesepakatan menjaga lingkungan dan melepas burung ke alam.

Terlibat dalam gerakan penanaman pohon dan aksi-aksi penyelesaian krisis iklim bukanlah hal yang pertama bagi MDMC Temanggung. Sejak berdiri mereka terus terlibat. Mereka bergerak secara mandiri maupun bergabung dengan organisasi lain.

Seorang personel MDMC Temanggung Puji mengatakan menjadi tugas dan kewajiban dari MDMC untuk terlibat langsung pada aksi-aksi kemanusiaan. “Hari ini kami terlibat dalam penanaman pohon. Telah ribuan pohon di tanam MDMC di Temanggung, ” kata dia.

Baca Juga:  Partai Buruh Dibatalkan KPU Purbalingga Sebagai Peserta Pemilu 2024

MDMC berkomitmen untuk terus ikut serta dalam aksi rehabilitasi lahan dan hutan demi kebaikan lingkungan, terutama di Temanggung.

MDMC Temanggung menanam pohon sebagai pencegahan krisis iklim

Pada acara tersebut, Pj. Bupati Temanggung Hari Agung Prabowo mengatakan inovasi dan prinsip keadilan memegang peran penting dalam upaya penyelesaian krisis iklim. Inovasi teknologi dan kebijakan yang inklusif secara bersama-sama akan dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan atas krisis iklim, sambil memastikan kesejahteraan bagi semua pihak yang terlibat.

Pj. Bupati Temanggung, Hari Agung Prabowo, menyatakan bahwa “Pendekatan yang berdasarkan pada prinsip keadilan dapat memastikan bahwa semua pihak, termasuk komunitas lokal di setiap daerah, merasakan manfaatnya.” ungkapnya.

Saat ditemui di tengah penanaman pohon di lereng Gunung Sumbing di kawasan wisata Gunung Botorono, Desa Petarangan, Kecamatan Kledung Temanggung, Pj. Bupati Temanggung menyatakan hal tersebut.

Mereka menanam setidaknya 650 bibit pohon untuk menandai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 di kabupaten tersebut. Terlibat dalam penanaman itu Forkompimda, relawan dan kelompok kesenian. Pada aksi itu juga dditandatangani pelepasan burung ke alam dan kesepakatan menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Tiga Pilihan Hijrah Manusia Modern: Menemukan Jalan Baru Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

Tema lokal peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 di Kabupaten Temanggung adalah ‘Menyelesaikan Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan’.

Pemerintah Daerah mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aksi lingkungan mulai dari 5 Juni hingga 5 Juli 2024. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan sungai, penanaman pohon, edukasi tentang gaya hidup berkelanjutan, dan aksi lingkungan lainnya.

Menurut dia peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian secara konsisten dalam upaya memperbaiki lingkungan secara keberlanjutan.

“Semoga yang telah kita upayakan bersama dapat membawa dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat Kabupaten Temanggung,” kata dia.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Temanggung, Prasojo, menyatakan bahwa mereka melaksanakan berbagai aksi lingkungan bersama masyarakat. Salah satu aksi tersebut adalah memberikan edukasi tentang konservasi dan pengelolaan sampah di beberapa sekolah di Kabupaten Temanggung. Penanaman bibit pohon di Rowo Gembongan bekerja sama dengan ATR/BPN Temanggung.

Baca Juga:  MUHAMMADIYAH GARIS HIJAU

Aksi lainnya adalah penanaman bibit pohon di Polres Temanggung, penanaman bibit pohon di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. Sedangkan untuk penanganan bencana longsor, penanaman bibit pohon oleh Destana Tlahab dan penanaman bibit pohon oleh Destana Kruwisan.

“Ada sekitar 10 ribu bibit pohon di tanam untuk tahun ini, Ini untuk konservasi” kata dia.

Disampaikan 6 putra terbaik dari Kabupaten Temanggung mendapatkan penghargaan ditingkat provinsi Jawa Tengah. Mereka adalah Sukoyo, penerima penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan Hidup, Kelompok Pencinta Alam AZORA Desa Batursari Kledung penerima penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan Hidup dan Desa Gununggempol kecamatan Jumo sebagai terbaik I Kategori video Inovasi ProKlim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *