Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Pada Pemilu 2024

Opini158 Dilihat

Fordem.id – Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pemilih pemula di Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan hasil suara.

Pemilih pemula merupakan orang-orang yang baru memasuki usia pemilih atau belum pernah menggunakan hak suaranya dalam pemilu sebelumnya.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2019, terdapat sekitar 17,5 juta pemilih pemula yang memenuhi syarat untuk menggunakan hak suara mereka.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 60% yang benar-benar menggunakan hak suaranya.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pemilih pemula yang belum memahami pentingnya ikut serta dalam proses demokrasi melalui pemilihan umum.

Baca Juga:  Rapat Pleno Penetapan DPSHP Digelar Serentak PPS se-Kabupaten Purbalingga

Untuk mengatasi hal ini, KPU dan pihak-pihak terkait perlu meningkatkan sosialisasi dan pendidikan politik kepada pemilih pemula.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyelenggarakan program-program pendidikan politik yang kreatif dan interaktif di lingkungan sekolah dan kampus.

Selain itu, peran media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemilih pemula.

Kemudian, partai politik juga perlu memperhatikan pemilih pemula dalam strategi kampanye mereka.

Partai politik dapat melakukan pendekatan yang lebih kreatif dan terfokus pada isu-isu yang relevan dengan pemilih pemula, seperti pendidikan, pekerjaan, dan lingkungan hidup.

Baca Juga:  Renungan Demokrasi tentang Politik Uang

Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan dan memotivasi pemilih pemula untuk mengambil bagian dalam pemilihan umum.

Terakhir, penting untuk diingat bahwa pemilih pemula memiliki potensi besar untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum.

Oleh karena itu, KPU dan partai politik perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilih pemula dapat memahami pentingnya hak suara mereka dan merasa termotivasi untuk ikut serta dalam proses demokrasi melalui pemilihan umum.

Andri Arifudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *