TIPOLOGI PEROKOK

Opini194 Dilihat

Gus Zuhron

Pada tahun 2010 Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram rokok dengan beragam argumentasi yang disuguhkan. Fatwa itu merupakan perjalanan panjang kajian yang sangat serius mengenai dampak buruk yang ditimbulkan dari aktivitas merokok. Fatwa itu tentu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung sepenuh hati, ada yang menolak dengan berbagai dalil dan ada yang bersikap di antara keduanya.

Pasca fatwa dikeluarkan tidak serta merta seluruh warga Muhammadiyah taat pada keputusan tersebut. Salah satu alasan yang dikemukakan bahwa fatwa bersifat tidak mengikat. Ada juga yang mencoba menjelaskan argumentasi yang seolah-olah rasional namun sejatinya hanya sekedar mempertahankan agar kebiasaan merokoknya tidak terusik.

Jika diamati dengan seksama ada beberapa tipologi perokok.

Baca Juga:  SENJATA ITU BERNAMA KONSISTENSI

Pertama, perokok biadab. Ini adalah tipe perokok yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar, tidak peduli dengan kesehatan orang lain. Di forum ilmiah, di depan anak-anak, di masjid, di ruang ber AC, di depan ibu hamil, di ruang rapat dan seterusnya. Kapanpun dan dimanapun manusia tipe ini akan tetap merokok. Merokok sudah menjadi bagian dari jalan hidup yang tidak bisa dipisahkan.

Kedua, perokok beradab. Tipe perokok yang paham dengan situasi dan kondisi. Aktivitas merokoknya hanya akan dilakukan manakala dalam kondisi sepi, sunyi, sendiri dan tidak berpotensi mengganggu siapapun. Perokok tipe satu ini paham betul akan hak-hak orang lain yang tidak boleh diganggu.

Ketiga, perokok berfikir. Tipe manusia yang tanpa rokok tidak bisa berfikir jernih dan cerdas. Membuat riset, bikin konsep besar, mengajar, diskusi, rapat, semua harus menggunakan media rokok. Sebab tanpa menghisab rokok, ide-ide cerdasnya tidak akan keluar. Rokok menjadi jembatan inspirasi untuk menghasilkan karya-karya besar yang berpotensi mengubah dunia.

Baca Juga:  DZALIM DAN ADIL

Keempat, perokok bergantung. Ini adalah tipe perokok miskin yang hanya bergantung pada orang lain. Orang semacam ini kemana-mana rajin sekali membawa korek api namun tidak pernah membawa rokok. Mulutnya akan berasap manakala ada teman yang sukarela berbagi asap dengan benda 9-10 centimeter itu. Hasrat merokoknya tinggi, namun tidak diimbangi dengan kemampuan modal yang memadai.

Kelima, perokok beradaptasi. Tipe ini sebenarnya jarang merokok, aktivitas “ngebulnya” hanya dilakukan saat ada orang lain yang merokok. Beradaptasi dalam komunitas adalah misi utamanya. Kalau berada di komunitas tanpa asap rokok, maka akan menyesuaikan, begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  NEGERI PARA PENGHUJAT

Keenam, perokok berdiam diri. Biasanya tipologi ini melekat pada suami-suami takut istri. Merokok akan dilakukan saat hujan kemarahan terlontar dari pasangan hidupnya. Berdiam diri tanpa sepatah kata akan dilakukan sebagai langkah strategis untuk tidak memperpanjang masalah. Apalagi diamnya dilakukan sambil menghisap rokok.

Sebab semua suara sumbang kemarahan istri akan hilang lenyap seiring dengan asap rokok yang terbang melambung memenuhi ruangan. Kekuatan rokok yang dihisap menyesuaikan dengan durasi kemarahan belahan jiwanya.

Kira-kira anda termasuk tipe perokok yang mana ?
Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang….du….du…du…ho…ho…ho.

Magelang : 13/12/2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *