Peran LazizMU Diharapkan dapat Mengurangi Angka Kemiskinan Ekstrem di Purbalingga

Berita69 Dilihat

Fordem.id – Bupati Purbalingga optimistis angka kemiskinan ekstrem turun. Menyusul kolaborasi dan sinergitas yang dijalin pemkab dengan berbagai komponen, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Dengan optimalisasi dan pengelolaan zakat yang baik kita bisa mengatasi berbagai macam persoalan, PR-PR yang ada di Purbalingga. Persoalan seperti kemiskinan ekstrem, stunting, pengangguran, anak usia sekolah tidak sekolah. Dengan kita bergandengan tangan, bersinergi dengan semua komponen maka masalah-masalah akan lebih mudah diatasi,” kata Bupati Tiwi dalam acara Pentasarufan Baznas dan Laz Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Kamis (24/8/2023).

Baca Juga:  Pemilih Sementara untuk Pemilu 2024 Kabupaten Brebes

Bupati Tiwi mengatakan saat ini pihaknya terus mendorong optimalisasi zakat dari 8 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) Purbalingga yang memiliki potensi sebesar Rp 8 miliar.

Baca Juga: Ini Rute Estafet Tunas Kelapa Kwarcab Purbalingga

Pengelolaan akan dimaksimalkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang saat ini ada sebanyak 316 UPZ di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga nantinya di desa-desa.

“Diharapkan pengumpulan zakat nantinya akan lebih mudah,” ujar Bupati Tiwi.

Ketua Baznas Kabupaten Purbalingga, Sudijanto mengatakan sampai semester awal 2023, secara keseluruhan jumlah zakat yang masuk sebesar Rp 1,6 miliar, dari target Rp 5 miliar.

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Purbalingga, Alokasi Kursi dan Dapil

Peningkatan penghimpunan zakat ini, lanjut dia, ditopang oleh UPZ Setda, yang awalnya dalam sebulan terkumpul Rp 1 juta menjadi Rp 14 juta.

“Pengumpulan zakat di UPZ Setda mengalami kenaikan 1400 persen. Harapannya, hal ini bisa diikuti oleh OPD yang lain,” kata dia.

Dalam laporannya Sudijanto mengatakan, pada kegiatan pentasarufan Baznas dan Laz Kabupaten Purbalingga tahun ini, Baznas Purbalingga menyalurkan zakat kurang lebih Rp 350 juta kepada 300 penerima.

Bantuan yang ditasarufkan di antaranya, bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan ke panti asuhan, anak panti, pengurus panti, bantuan kursi roda, beasiswa pendidikan.

Baca Juga:  Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pemalang untuk Pemilu 2024

Salah satu penerima manfaat, Meni Utami mengaku sangat bahagia dan bersyukur dengan perhatian yang diberikan pemerintah, melalui lembaga Lazismu. Warga Kaligondang ini berharap tahun depan dirinya bisa mendapatkan bantuan serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *