Pelaku UMKM ikut PELATIHAN JURNALISTIK

Berita129 Dilihat

Khariri Anwar (Sekretaris LP-UMKM PDM JEPARA)

Menjadi hal yang BARU, bila pelaku UMKM menjajaki tulis menulis pemberitaan. Bisakah pelaku UMKM bertutur dalam tulisan yang memenuhi standar BERITA? Ada unsur 5 W + 1 H? Selama ini lebih banyak menulis angka di nota dan uang tentunya, hehehe. Untuk itulah, LP-UMKM PWM JATENG mengajak peserta banyak yang sudah berusia diatas 30 tahun untuk mempelajari jurnalistik menjadi jurnalis tentang UMKM.

Bertempat di LT. 2 Gedung PWM JATENG Jl. Singosari 33 Semarang, Sabtu 22 Juni 2024 diadakan PELATIHAN JURNALISTIK (tingkat dasar) dimulai pukul 07.30 WIB – 17.00 WIB. Pemateri dihadirkan 4 orang yang berkompeten di bidangnya, Materi 1 08.45 – 10.15 WIB Teguh Hadi Prayitno; Kepala Biro Inews TV Jateng tentang Pengantar Jurnalistik dan Anatomi Media, Materi 2 10.30 – 12.00 Mukh. Tarom ; Wartawan TVRI Jateng tentang Merancang Liputan UMKM, Politik Kebangsaan Demokrasi dan Kegiatan Persyarikatan, serta Menggali Ide menarik liputan dan Bahan Berita. Materi 3 13.00 – 14.30 Rustam Aji ; Ketua MPI PWM Jateng tentang Teknik Penulisan Berita dan Tehnik Wawancara, Materi 4 14.45 – 16.15 Anas Syahirul Alim ; Pimred KPID Jateng tentang Menggali data Liputan dan menjadi Editor admin media. Karena keterbatasan ruangan maka Sesi Offline hanya untuk peserta dari Semarang, di luar Semarang bisa mengikuti secara online via ZOOM MEETING.

Pada Materi 1 yang dijabarkan oleh Teguh Hadi Prayitno dibuka dengan impian “Sudah saatnya Muhammadiyah mengambil peran sebagai DIGITAL DISRUPTOR”. Digital Disruptor adalah individu atau kelompok yang memberikan pengaruh secara agresif dan mengusai wacana di internet. Untuk bisa mencapai level digital disruptor ini, Muhammadiyah secara agresif harus menggunakan teknologi dan model aktifitas dakwah yang terbaru (up to date) untuk menguasai sasaran dakwah. Kader Muhammadiyah harus mampu menjaga sasaran dakwah yang sudah ada dan menciptakan sasaran dakwah yang baru. Selanjutnya, dalam menuju perannya sebagai Digital Disruptor Muhammadiyah harus melakukan penguatan literasi dan budaya digital di semua tingkatan dari pusat hingga ranting. Dengan begitu, akan terbangun kepercayaan diri terhadap potensi digital yang dimiliki persyarikatan baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi maupun finansial.

Baca Juga:  Bawaslu Kirim Saran Perbaikan, KPU: Sudah Ditindaklanjuti

Apa itu LITERASI MEDIA ? adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, menganalisa, mengevaluasi, mengkomunikasi sesuatu yang ditampilkan di media. Kelakarnya “ cek ricek, jangan asal copypaste..” ujar pak Teguh tersenyum semangat. Lalu apa detilnya Kemampuan Literasi Media ? suatu kemampuan memahami secara kritis apa yang disampaikan media (media cetak, elektronik, medsos dll). Juga mampu meningkatkan kemampuan individu dalam menggunakan dan mengakses media, mampu menuangkan ide lewat media dan memahami anatomi media. Serta bisa mengedukasi masyarakat BAGAIMANA cara menghadapi media dan bagaimana cara mencerna informasi di media.

Pada sesi ke 2 sekitar pukul 10.30 WIB Mukh. Tarom memaparkan tentang Perencanaan dan rancangan Materi UMKM dalam menulis berita. Yang dimaksud tentu liputan yang menarik sehingga pembaca segera instens melahap berita tersebut. Tema News VALUE yang diunggah ada salah satu unsur sebagai berikut yaitu kehangatan / baru saja terjadi, tokoh terkenal, berita mengguncang, yang pertama diulas, eklusif spesifik, relevansi terkini, bisa gaya hidup, suasana dramatis, ada misi menonjol, human interests, unik khas, atau ada unsur prestisius. Ke 12 unsur tersebut bisa mengugah pembaca pendengar tak segan-segan menjadi penasaran untuk mengikutinya.

Dilanjutkan jenis berita ada 2 kategori : HARD NEWS dan SOFT NEWS. Hard News adalah berita singkat yang langsung menuju ke poin pemberitaan, misal Vina kini kaya menjadi peternak kepiting, sedang Soft News adalah berita yang memuat informasi lebih detil dan seperti cerita, misal Vina kini kaya menjadi peternak kepiting setelah melalui suka duka selama 3 bulan, … dan seterusnya. Sebelum mengakhiri paparannya, Muhk Tarom juga menjabarkan tentang bagaimana menggali ide liputan, bagaimana mendapatkan sumber berita, merencanakan lipuran 5 W + 1 H, Juga disiapkan wishlist daftar keinginan seperti topik berita, subyek liputan, nara sumber, background masalah, daftar wawancara dan daftar gambar. Yang tak kalah penting menurut Mukh Tarom menyiapkan tiga penggali informasi yaitu riset, observasi dan wawancara.

Baca Juga:  INDUSTRY PENGOLAHAN BIODIESEL ; RAKORWIL LP-UMKM PWM JATENG

Rustam Aji melanjutkan pada sesi ke 3 dengan materi Teknik Penulisan Berita dan Wawancara. Dibuka dengan pertanyaan APAKAH INFORMASI ITU ? Informasi adalah keterangan atau pemberitahuan tentang suatu peristiwa atau kejadian yang beredar di masyarakat. Lalu apa bedanya Informasi dengan Berita

? Informasi tidak sama dengan berita. Dalam Berita terkandung informasi, tapi tidak semua informasi berarti berita. Terus, BERITA itu apa sih ? Berita adalah pencatatan dari informasi yang paling penting serta cermat yang dapat diperoleh tentang segala apa yang dipikirkan dan dikatakan, dilihat dan digambarkan, direncakan dan dikerjakan orang (Stewart R & George Fax Matt). Berita adalah laporan hangat tentang fakta atau pendapat yang menarik atau penting atau kedua-duanya bagi sejumlah besar pembaca media.

Bicara soal fakta, Rustam Aji membagi 2 jenis yaitu fakta Empiris dan fakta Opini. Empiris bisa dirasakan dengan panca indra, misal kamu sedang membaca. Sedangkan Opini adalah pernyataan atau pendapat yang berasal bukan dari wartawan, misalnya dia di rumah sebelah sedang membaca. Jadi omongannya belum tentu fakta karena tidak melihat sendiri, tapi menduga. Didalam Berita ada unsur 5 W + 1 H ; what (ada apa), where (tempat kejadian), when (waktu kejadian), who ( siapa dibalik kejadian), why (kenapa peristiwa terjadi) dan How (bagaimana bisa terjadi). Disamping itu, Berita juga ada News Value misalnya aktualitas, geografis, viral, control social, empati, yang ditunggu dll.

Baca Juga:  Informasi DPS Pemilu 2024 di Kota Surakarta

Untuk BERITA ada 3 jenis yaitu Strigt news (berita sekilas) misal Vina ratu kepiting, ciri-cirinya bahasanya lugas, inti berita di alinea pertama ada unsur 5 W, biasanya tayang di media harian. Depth news (berita mendalam) misal Vina kini disebut ratu kepiting karena menguasai seluk beluk dunia kepiting dan lain- lain, ciri-cirinya tulisan lebih mendalam ada unsur How, pengungkapan fakta lebih detil awal hingga akhir biasanya digunakan di majalah atau tabloid. Sedang Feature news adalah berita bertutur gabungan artikel dan Bahasa sastra, dengan cirinya unsur sastra menonjol enak dibaca dan bergaya, tayang di majalah berkala triwulan atau tahunan. Tentang Tehnik Wawancara, lanjut Rustam Aji, disiapkan siapa penyampainya, apa yang mau disampaikan, media apa yang digunakan, siapa sasarannya, efek apa yang diharapkan. Dalam pesan (berita) diharapkan tidak ada fitnah, hasutan dan kebohongan. Tidak menonjolkan unsur kekerasan, seks, dan narkoba. Tak ada RAS dan tidak merendahkan budaya masyarakat.

Pada sesi terakhir diisi oleh Anas Syahirul Alim ; Pimred KPID Jateng tentang Menggali data Liputan dan menjadi Editor admin media, diperlukan pelatihan lanjutan bila lebih mendalam. Intinya seorang editor harus banyak makan garam di liputan lapangan dan penulisan, biasanya secara bertahap akan ke arah penggalian data akurat untuk diedit dan siap tayang nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *