Menyemai Minat Politik di Kalangan Muda: Membangun Perubahan Positif Untuk Masa Depan

Opini91 Dilihat

Fordem.id – Politik di masa sekarang kerap menjadi topik yang memicu perasaan negatif di kalangan pemuda. Intrik, skandal, dan ketidaktransparanan dalam dunia politik yang di sajikan oleh banyak media digital di era sekarang sering kali membuat mereka merasa jenuh, bahkan sampai merasa muak. Namun, apakah sebenarnya yang membuat pemuda enggan terlibat dalam kegiatan politik? Apakah minimnya pendidikan dan literasi politik di kalangan muda menjadi penyebab sikap apatis ini?

Di era informasi seperti sekarang, pendidikan dan literasi politik semestinya menjadi kunci bagi kaum muda untuk memahami dan terlibat dalam politik secara lebih mendalam. Pendidikan dan literasi politik bukan hanya sekadar memahami siapa presiden atau anggota parlemen saat ini saja, tetapi kita juga harus melibatkan pemahaman tentang proses pembuatan kebijakan, isu-isu politik, dan dampaknya terhadap masyarakat secara luas. Sayangnya, kurangnya pendidikan politik di sekolah-sekolah dan kurangnya akses informasi yang akurat dan mudah dimengerti membuat pendidikan dan literasi politik menjadi tertinggal.

Baca Juga:  Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Pada Pemilu 2024

Ketidakpedulian atau apatis terhadap politik juga dapat diakibatkan oleh pandangan bahwa politik hanya dipenuhi oleh intrik kotor dan kepentingan pribadi belaka. Namun, penting untuk diingat bahwa politik sebenarnya adalah sarana untuk mempengaruhi perubahan yang positif dalam masyarakat. Pemuda memiliki peran penting dalam membawa ide segar, energi, dan pandangan baru ke dalam dunia politik. Dengan keterlibatan mereka, kebijakan publik bisa lebih mencerminkan aspirasi dan kebutuhan generasi muda.

Namun, peran strategis dalam politik masih sering dikuasai oleh kalangan yang lebih tua. Meskipun demikian, bukan berarti pemuda tidak bisa berkontribusi. Mereka dapat memulai dari tingkat yang lebih rendah, seperti ikut serta dalam organisasi pemuda politik atau kelompok advokasi. Dengan membangun jaringan, mengasah keterampilan kepemimpinan, dan memahami berbagai aspek politik, pemuda bisa merangkul tanggung jawab dan mengambil peran yang lebih besar dalam mengambil keputusan politik di masa depan.

Baca Juga:  JENIS KIKIR

Jadi, apa sebenarnya politik itu? Prof. Dr. Miriam Budiarjo, pakar ilmu politik dan diplomat indonesia mengatakan “Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu sendiri dalam melaksanakan tujuan tersebut”.

Sedangkan Ramlan Surbakti, yang merupakan seorang praktisi pemilihan umum dan mantan ketua komisi pemilihan umum periode 2004-2007 menjelaskan tentang politik, yang merupakan sebuah interaksi yang terjadi antara pemerintahan dan masyarakatnya dengan tujuan pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang bersifat mengikat terkait dengan kebaikan masyarakat dalam suatu wilayah tertentu.

Secara garis besar dapat kita maknai bahwa politik adalah usaha untuk mengatur dan mempengaruhi proses pembuatan kebijakan serta pengambilan keputusan yang memengaruhi masyarakat dan negara. Ini melibatkan berbagai interaksi dan kompetisi di antara individu, kelompok, dan partai politik untuk mencapai tujuan bersama. Politik bukanlah sesuatu yang jauh dari pemahaman kita; sebaliknya, ia adalah panggung di mana kita bisa membentuk masa depan sesuai dengan visi kita.

Baca Juga:  SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Buka Mapeta Hizbul Wathan

Satu hal yang perlu kita garis bawahi sebagai kaum muda, bahwa banyak aspek dalam kehidupan kita merupakan buah dari kebijakan politik yang sering kali memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari baik secara individu ataupun masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, budaya dan ekonomi. Sebagai kaum muda jika kita beranggapan bahwa kita harus “menerima” kebijakan politik yang ada secara pasif adalah pandangan yang terlalu sempit.

Pada akhirnya, pemahaman yang lebih mendalam tentang politik dan keterlibatan aktif dari pemuda adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif. Dengan literasi dan pendidikan politik yang kuat, semangat untuk berpartisipasi, dan tekad untuk memperbaiki proses politik, pemuda bisa menjadi agen perubahan yang memajukan masyarakat dan negara menuju arah yang lebih baik. ***

Oleh: Bayu k, Bidang Hikmah PC IMM Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *