AKEH DURUNG MESTI LUWIH, SITHIK DURUNG MESTI KURANG

Today's-Inspiration

Khazanah, Opini241 Dilihat

Lukman Hakim

Dalam perjalanan dari rumah saya di Buyaran Demak menuju sekolah tempat saya bekerja –SMK Muhammadiyah 1 [Mutu] kota Semarang– setiap hari naik motor sejauh 30 kilometer (PP 60 km), karena tidak punya mobil. Di tengah jebakan ‘traffic jam‘ (kemacetan lalu lintas) karena ada perbaikan jalan, tetiba mata saya terpaku pada “bokong truck” yang sering memberi hiburan dengan tulisan kocaknya.

Namun kali ini tulisan di bak truk tersebut menggugah otak saya dan mengingatkan saya pada sebuah pameo dalam bahasa Inggris yang berbunyi :

Abundance doesn’t guarantee happines, scarcity doesn’t imply lack“.

Berlebihan tidak menjamin kebahagiaan, kelangkaan tidak berarti kekurangan“.

Baca Juga:  Renungan Demokrasi tentang Politik Uang

Di tengah hiruk pikuk dunia yang serba materialistis, mudah sekali kita terjebak dalam ilusi bahwa banyak selalu lebih baik dan sedikit selalu kurang. Kita dikelilingi pesan-pesan yang mendorong kita untuk mengejar lebih banyak, memiliki lebih banyak, dan menjadi lebih banyak.

Namun, benarkah demikian?

Mari sejenak kita renungkan. Kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup tidak selalu berbanding lurus dengan kelimpahan harta benda. Terkadang, justru kekurangan mendorong kita untuk lebih kreatif, inovatif, dan menghargai apa yang kita miliki (the power of ‘kepepet’).

Pikirkanlah seorang seniman yang melukis dengan sedikit cat. Dengan keterbatasan itu, dia dipaksa untuk berpikir kreatif dan menemukan cara baru guna mengekspresikan dirinya. Karyanya pun menjadi lebih bermakna dan bernilai karena lahir dari proses yang penuh perjuangan.

Baca Juga:  Curi Start Kampanye dan Merusak Pepohonan Harus Ditindak

Bandingkan dengan orang yang memiliki segalanya. Dia mungkin memiliki banyak pilihan, tetapi dia juga mudah bosan dan sulit menemukan kebahagiaan. Dia dikelilingi benda-benda, tetapi merasa hampa di dalam.

Sedulur…

Kunci kebahagiaan bukan terletak pada berapa banyak yang kita miliki, tetapi pada bagaimana kita mensyukurinya. Sedikit yang disyukuri jauh lebih berharga daripada banyak yang tidak disyukuri.

Belajarlah untuk menghargai apa yang kita miliki, sekecil apapun itu. *Bersyukurlah* atas kesehatan, keluarga, dan teman-teman yang selalu ada untukmu. Temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, seperti menikmati secangkir kopi di pagi hari atau membaca buku favorit.

Baca Juga:  LAKU BATIN SEORANG GURU : Agar Pembelajaran Berkesan

Ingatlah bahwa hidup ini bukan tentang mengejar lebih banyak, tetapi tentang menemukan kebahagiaan dalam apa yang kamu miliki saat ini.

Banyak belum tentu lebih, sedikit belum tentu kurang“.

Mari kita fokus pada apa yang benar-benar penting bagi kehidupan kita dan nikmati hidup dengan penuh syukur.

The worth of something is not determined by its quantity“.

“Nilai dari sesuatu tidak ditentukan oleh kuantitasnya”.

Salam inspirasi.

*) Kepala Sekolah SMK Mutu Semarang, Sekretaris MPI PWM Jateng

26 Mei 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *