UMKM TRENGGINAS

Catatan Rakorwil UMKM di UMKU

Berita95 Dilihat

Khafid Sirotudin

Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) UMKM putaran terakhir diadakan di Aula Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Ahad Wage 16 Juni 2024. Diikuti seratusan peserta –sebagian besar perempuan– yang berasal dari 6 kabupaten yaitu Rembang, Pati, Blora, Grobogan, Jepara dan Kudus. Peserta adalah utusan pegiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Muhammadiyah, Aisyiyah (BUEKA, Badan Usaha Ekonomi Aisyiyah) dan Nasyiatul Aisyiyah (BUANA, Badan Usaha Amal Nasyiatul Aisyiyah). Sebuah sinergi strategis antara LP-UMKM PWM, MEK (Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan) PW Aisyiyah dan PWNA Jawa Tengah.

Turut hadir memberikan pengarahan, pemaparan dan dialog yaitu Ketua PWM Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto, M.Kes., Anggota Komisi IX DPR Dr. H. Edy Wuryanto, M.Kes., Ketua MEK PWA Dr. Eka Handiyani, MM, dan Bendahara PWNA Ani Susanti. Selain membahas program kerja kolaborasi LP-UMKM dengan UMKU, juga membahas rencana tata kelola pengadaan dan distribusi minyak goreng untuk UMKM Muhammadiyah. Sebuah rintisan usaha yang tidak hanya berorientasi keuntungan (profit) semata, namun juga memperhitungkan aspek manfaat (benefit) dalam menciptakan energi baru biodiesel berbahan baku minyak jlantah.

UMKU adalah salah satu dari 26 PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) yang ada di Jawa Tengah. Berdiri tahun 2018, UMKU merupakan perubahan bentuk dari STIKES. Kampus yang mempunyai tagline “Global-Entrepreneur-Islami” ini diharapkan bisa mewujudkan diri sebagai Kampus Ramah UMKM. Serta menjadi partner utama LP-UMKM untuk mewujudkan UMKMu-Center berbasis 6 PTMA di Jateng. Lima kampus mitra lainnya yaitu UMP Purwokerto, Unimus Semarang, UMPP Pekalongan, Unimma Magelang dan Unais Surakarta.

Baca Juga:  DPS Pemilu 2024 di Kabupaten Batang

Trengginas

Trengginas (Bahasa Jawa) mengandung makna tindakan cepat, lincah dan terampil. Istilah trengginas secara linguistik menggabungkan agilitas, ketekunan dan kemahiran dalam sebuah kombinasi yang dinamis. Menurut Naylor et al. (Applications of Leanness and Agility 1997, 1999), agilitas merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengeksploitasi kesempatan yang menguntungkan dalam market place yang volatil (mudah menguap).

Singkatnya, penyelenggaraan berbagai aktivitas LP-UMKM PWM Jateng, termasuk Rakorwil di 6 eks karesidenan se Jateng, adalah sebuah usaha sungguh-sungguh secara kolektif kolegial (berjamaah) dan sinergi kolaboratif (jamiyyah) dengan Majelis, Lembaga, Ortom (MLO) dan stakeholders (pemangku kepentingan) untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar lebih makmur dan sejahtera. Melalui berbagai cara, diantaranya dengan mengadakan beragam pelatihan, pengajian rutin tematik, meluaskan jejaring (networking), menciptakan produk (barang dan jasa) yang baik, serta berbagai akses yang bermanfaat dan menguntungkan bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah.

UMKU menjadikan TRENGGINAS sebagai landasan filosofis dalam menghasilkan lulusan sarjana yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

Trustworthiness
Alumni UMKU diharapkan menjadi sarjana yang memiliki sifat Amanah (Dapat Dipercaya) dalam menjalani profesi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Kabupaten Pekalongan, Alokasi Kursi dan Dapil

Respect
Segenap civitas akademika dan lulusan UMKU diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang dapat menghargai dan menghormati sesama.

Excellent
UMKU bertekad untuk mendidik mahasiswa dan meluluskan banyak orang-orang terpelajar yang mampu menunjukkan keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan di berbagai bidang lapangan pengabdian keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal.

Noble
Mahasiswa dan lulusan UMKU hendaklah memiliki kualitas moral yang handal serta berkarakter kuat yang dijiwai nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan (Ideologi Gerakan Muhammadiyah) dan berbudaya adiluhung.

Generous
Segenap warga kampus dan lulusannya menjadi pribadi yang gemar memberi, suka menolong terhadap sesama dan siapapun yang membutuhkan.

Grateful
UMKU berihtiar agar segenap warga kampus dan lulusannya menjadi seorang muslim yang pandai bersyukur.

Innovative
Inovasi menjadi sebuah keniscayaan dalam mengarungi kehidupan nyata yang berubah secara dinamis. Maka menciptakan ide-ide, gagasan-gagasan, penemuan-penemuan teknologi baru yang dibutuhkan masyarakat dan umat menjadi sebuah keharusan agar tidak tertinggal dengan perkembangan jaman.

Nationalist
Sebagai anak bangsa, kecintaan dan penghormatan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bingkai Darul Ahdi wa Syahadah adalah sebuah jiwa yang telah tertanam sejak awal berdirinya Muhammadiyah, 115 tahun silam (8 Dzulhijjah 1330 – 1445 H). ”Jangan tanyakan apa yang negara bisa berikan kepada Muhammadiyah, tapi saksikanlah apa saja yang telah Muhammadiyah berikan kepada rakyat, bangsa dan negara ini”.

Baca Juga:  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Purbalingga Kulon Melakukan Aksi Penanaman Pohon untuk Kelestarian Alam

Accountable
Akuntabilitas menjadi salah satu indikator dalam tata kelola semua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Akuntabilitas juga sebagai alat ukur bagi penyelenggaraan berbagai program dan kegiatan dari organisasi masyarakat sipil (OMS), swasta, lembaga bisnis maupun pemerintah. UMKU bertekad agar segenap pihak yang terlibat dalam semua aktivitas pendidikan dan pengajaran di kampus bertanggungjawab dalam segala tugas yang diembannya.

Smart
Selain “bener dan kober” (benar dan sempat) diharapkan segenap civitas akademika UMKU juga “pinter” (pintar). Selaras dengan firman Allah dalam Qs. Al-Mujadalah ayat 11, artinya :
”Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis’, maka lapangkanlah; niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan ‘Berdirilah’ (maka kamu) berdirilah; Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Semangat untuk melahirkan orang pintar ini juga terlihat pada papan tulisan di taman sebelah utara gedung Rektorat Unimus Semarang. “Ilmuwan lebih ditakuti syetan daripada 1000 orang ahli ibadah”.
(HR at-Turmuzi dari Ibnu Abbas).

UMKU : Global-Entrepreneur-Islami
UMKM Muhammadiyah : Jujur-Makmur-Bahagia

Wallahu’alam
Pagersari, Rabu 19 Juni 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *