SABAR MENUNGGU HASIL PEMILU

CatatanDemokrasi : 22/02/2024

Opini142 Dilihat

Sebagai kader/warga Muhammadiyah kita musti idealis tapi realistis, faktual dan adil (didukung data, fakta empiris, literasi yang baik).

Kita harus berani jujur dan mengakui sudah
berapa banyak “konten hoax” (dhaif, maudhu’) yang telah kita share/posting/copas di berbagai group WA yg kita ikuti?

Sampai hari ini secara pribadi saya belum mengakui : Siapa Paslon pemenang Pilpres, Siapa Caleg yang terpilih menjadi DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi & DPR/DPD-RI hingga ditetapkan secara resmi oleh Rapat Pleno Tungsura KPUD/KPU Provinsi/KPU-RI dan Berita Acara Ditandatangani oleh Segenap Saksi Parpol/Timses/TKN yang hadir.
Semua pemenang kontestasi Pemilu ditetapkan berdasar hasil Tungsura Real-count Manual Berjenjang mulai dr TPS, PPK/Kecamatan, KPUD/Kabupaten -Kota, KPU Provinsi dan KPU-RI.

Baca Juga:  Kesenjangan Teknologi Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat Urban: Tinjauan Literatur

Jika dirasa masih terdapat “kekeliruan/kesalahan/kecurangan” dlm Tungsura Berjenjang, silakan melakukan protes dan langkah hukum sebagaimana yang berlaku. Jangan lupa, hadirkan Barang Bukti dan Saksi- Saksi yang telah mengikuti dan menyaksikan Tungsura secara langsung.

Perihal Sirekap yg dipakai KPU saat ini ada kekurangan, memang kenyataan Sistem masih belum sempurna. Hal ini sudah diakui dan diikuti permintaan maaf oleh Ketua KPU RI. Maka, usaha perbaikan Sirekap telah dilakukan dalam beberapa hari lalu. Sehingga membuat perekaman hasil Tungsura Manual untuk diupload ke Sirekap di tingkat PPK/Kecamatan menjadi mundur 2-3 hari.

Baca Juga:  POTENSI PELANGGARAN DALAM TAHAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA

Untungnya, hasil Tungsura pada Sirekap tidak dipakai sebagai Dasar Penetapan Paslon/Caleg terpilih.

Oleh sebab itu “nggebyah uyah” (generalisasi) pemungutan & penghitungan suara Pemilu 2024 dinilai dan dianggap terjadi kecurangan secara sistematis dan massif, menurut kami sikap tidak bijak dan gegabah.

Bagaimana dengan banyaknya Kader/Warga Persyarikatan yang bertugas sebagai KPUD/PPK/PPS/KPPS : “Apakah mereka semua dianggap telah berbuat curang pada Pemilu 2024..?
Naudzubillah…
😇🙏

Mari muhasabah diri (nuding awake dewe) sebelum “drijine” (jari- jemari) menuding orang lain.
Ngapunten & Maturnuwun.
Salam hormat🙏

Baca Juga:  Pemilu Berintegritas, Sebuah Harapan atau Sekedar Slogan?

#OjoKagetan-Gumunan-Bingungan
#OjoBaperan-Ngamukan-Dumeh
#OjoLaliBahagia😁😀😅🤣
#SKS-234-KhafidSirotudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *