Bawaslu Purbalingga Petakan Kerawanan Logistik Pemilu 2024

Berita110 Dilihat

KabarPurbalingga.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah semakin dekat. Tepatnya, pada tanggal 14 Februari, Indonesia bakalan mengadakan pesta demokrasi untuk menentukan Calon Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPDR Kabupaten/kota.

Salah satu tahapan yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga yaitu persiapan logistik pemilu.

Logistik merupakan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pengelenggaraan Pemilu seperti kota suara, surat suara, alat coblos dan lain sebagainya.

KPU Purbalingga telah menerima sebagian besar logistik yang kemudian disimpan di gudang milik Perumda Puspahastama di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Baca Juga:  Pendaftar KPPS di beberapa TPS Melebihi Kuota

Ketua Bawaslu Purbalingga, Misrad mengatakan proses pengawasan logistik pemilu dilakukan mulai dari awal logistik diterima KPU.

“Jadi pengawasan itu dari awal kedatangan logistik, jumlahnya sesuai atau tidak, ada kerusakan atau tidak, itu kita awasi semua,” katanya.

Selain itu, gudang yang menjadi penyimpanan juga diperiksa, apakah sesuai ketentuan atau tidak. “Mulai dari kondisi bangunan, luas bangunan, dan juga keamanan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan pengawasan dilakukan agar pemilu bisa berjalan dengan lancar, aman dan tanpa kendala.

Kemudian, Bawaslu juga telah melakukan pemetaan potensi kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca Juga:  MENJADI PENGAWAS TPS

“Untuk kecamata wilayah utara, seperti Karangmoncol, Karangreja, Rembang dan Karangjambu itu rawan bencana alam seperti tanah lonsor. Kemudian ada juga yang menjadi perhatian di desa Tumanggal kecamatan Pengadegan. Kebetulan pemilu kali ini bebarengan dengan musim penghujan, faktor alam atau cuaca perlu diperhatikan” katanya.

Jadi, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan KPU terkait TPS. Panitia Pengawas Desa (PKD) bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) bersama-sama menentukan lokasi yang tepat.

“Yang terpenting lokasi TPS tidak menyulitkan pemilih. Jadi akses menuju lokasi tidak susah,” katanya.

Bawaslu Purbalingga juga melakukan pengawasan proses produksi surat suara di pabrik, khususnya yang menjadi kebutuhan KPU Purbalingga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *