AREN

Berita103 Dilihat

Ikhwanushoffa

Konsekuensi pembangunan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan papan penduduk adalah dampak langsung terhadap lingkungan. Air adalah variabel yang seketika terkait. Air mempunyai alur erat dengan pepohonan. Ketika kebutuhan pembangunan meningkat, maka pengurangan pepohonan tak akan terhindarkan.

Batasan regulasi ruang hijau kadang tak diindahkan. Sehingga ancaman kekeringan di musim kemarau dan banjir di masa penghujan seperti dianggap lumrah. Namun, selalu saja ada tangan-tangan baik yang berusaha mengerem efek samping pembangunan tersebut.

Ditengah keterbatasan kemampuan masyarakat sipil, tentu sebisanya secara optimum turut melestarikan bumi. Salah satunya yang diakui efektifitasnya adalah penghijauan. Dicarilah referensi vegetasi pohon tegakan apa yang maksimal menyerap air.

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Kabupaten Purworejo, Alokasi Kursi dan Dapil

Referensi awal adalah Mbah Sadiman “orang gila” Wonogiri penerima Kalpataru dan Kick Andy award yang telah menghijaukan sekitar 100 hektar lahan gundul di Bukit Gendol dan Ampyangan. Pohon favoritnya adalah beringin.

Tentu agak rumit mengenalkan pohon beringin di masyarakat yang ingin kita gerakkan untuk penghijauan. Walaupun efektif menyerap air, beringin hampir tidak bisa diambil kayu dan buahnya suatu saat.

Muncullah kemudian informasi lain, yakni pohon aren. Adalah Adib Nurhadi penggiat Asosiasi Aren Indonesia sekaligus aktivis MPM PP Muhammadiyah yang alumni Ponpes Budi Mulia membawa berita baik itu. Aren bisa diambil kolang-kaling atau niranya dan dahsyat daya serap airnya.

Baca Juga:  Pemungutan Suara Ulang dan Penghitungan Suara Ulang di TPS

Langkah berikutnya adalah mencari lahan. Ketemulah pilihan pertama Wonosobo. Banyak wono (hutan) disana telah gundul. Referensi awal kita mintakan data dari Lazismu Wonosobo. Ada hutan di dua kecamatan yang disarankan. Yang kita pilih kemudian adalah Kecamatan Kaliwiro, yang ternyata dulunya adalah sentra gula aren. Namun terbabat habis dijual batangnya untuk industri mihun dan tepung bakso.

Gayung bersambut, PCM dan PDM kita temui dan ikut support. Bahkan Lazismu Pusat akhirnya menggelontorkan dana. Bupati dan DLH Pemkab Wonosobo juga turut menyambut baik. Aksi Layanan Penanaman Pohon tersebut dibuka oleh Ketua PWM Kyai Tafsir Ahad, 21 Januari 2024 dengan 2.000 bibit aren dan 80 penerima manfaat. Semoga berhasil baik.
Wallahu a’lam.

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Kabupaten Kendal, Alokasi Kursi dan Dapil

KSA, 27 Dzulqo’dah 1445 H/5 Juni 2024
*) Manager Area LazisMu Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *