Sudono Ajak Masyarakat Purbalingga Teladani Ketaatan Nabi Ibrahim

Berita133 Dilihat

Fordem.id – Plh Bupati H Sudono mengajak kepada masyarakat Kabupaten Purbalingga untuk meneladani kisah awal mula perintah kurban dalam Islam.

Keteladanan di dalamnya yakni ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail demi menjalankan perintah Allah Subhanahuwata’ala.

“Semoga dalam Idul Adha ini kita selalu diingatkan sifat keteladanan Nabi Ibrahim yang taat kepada Allah Subhanahuwata’ala untuk menyembelih putra terkasihnya, Nabi Ismail. Salah satu wujud keteladanan yang bisa dilakukan yaitu dengan berkurban,” kata Plh Bupati Purbalingga H Sudono dalam sambutanya sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Darussalam, Kamis (29/3/2023).

Baca Juga:  Muhammadiyah Dukung Kadernya Dakwah Lewat Jalur Politik

Plh Bupati mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang berkurban pada Idul Adha kali ini. Sebab berkurban juga telah membantu ketahanan pangan masyarakat, khususnya daging sebagai sumber protein hewani.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 144 H Kabupaten Purbalingga kali ini dipimpin oleh KH Masyhudi Munir AH dari pengasuh Pondok Pesantren Al Mushafiyyah Kecamatan Karanganyar. Sedangkan Khotib kali ini yakni KH Roghib Abdurrahman yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga.

Dalam khotbahnya, KH Roghib Abdurrahman mengangkat mengenai Ilmu Komunikasi dalam kisah Ibrahim dan Ismail. “Melalui Qur’an Surat Ash Shaffat ayat 102, Nabi Ibrahim tidak tiba-tiba langsung mengeksekusi putranya.

Baca Juga:  Kesalehan Sosial dan Ribut Sapi Dewi Perssik

Dengan tenang ia menceritakan duduk perkaranya, apa yang ia alami dan perintah yang ia terima melalui mimpinya,” kata Roghib.

Demikian dengan Nabi Ismail yang tidak menjawab dengan kata ‘Terserah Ayah’, namun Ia menaati perintah dengan tidak memberikan ruang pengingkaran.

Pada akhir khotbahnya, Roghib berpesan sudah selayaknya kita sebagai orang tua memberikan kasih sayang kepada anaknya dengan sapaan yang lembut, memberikan sentuhan kesejukan di hati anak-anak.

“Pun kita sebagai anak harus takzim kepada orang tua kita dengan mendengarkan pembicaraannya, menjalankan perintahnya, menjawab panggilannya dan lain sebagainya,” katanya. (Ikhwan M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *