Setengah Abad Shalat Ied di Lapangan

Khazanah64 Dilihat

Khafid Sirotudin

Fordem.id – Kurang lebih 5.000 orang mengikuti shalat Iedul Adha di Lapangan Sambongsari Weleri, Rabu 28 Juni 2023. Angka itu hasil estimasi jumlah jamaah berdasarkan panjang shaft (50 meter) dan jumlah shaft (40 baris).

Ditambah “Blok M” yaitu space khusus di belakang kiri lapangan (diluar shaft) bagi para ibu yang berhalangan shalat karena M (datang bulan), tempat menyusui bayi dan momong anak batita/balita.

Kami belum menemukan pengaturan lapangan untuk shalat Ied yang menyediakan “Blok-M” seperti di Weleri. Hal ini tidak terlepas dari “ajaran” yang diberikan para asabiqul awwalun PC Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah Weleri selaku penyelenggara dan panitia pelaksana shalat Ied.

Saya kurang tahu persis sejak kapan shalat Ied di lapangan Sambongsari Weleri kali pertama diadakan. Seingat saya, ketika masih sekolah di MI/SD Muhammadiyah Weleri (1975-1981) sudah ada.

Saat itu masih sedikit umat yang menjalankan shalat Ied di lapangan. Masih lebih banyak masyarakat yang melihat “pertunjukan” shalat Ied dari pinggir jalan.

Letak lapangan kebetulan berada di tepi jalan raya nasional dan terlihat jelas dari jalan lama Daendels. Kalau sekarang, pandangan orang terhalang oleh banyaknya bangunan berdiri diatas DMJ (Daerah Milik Jalan).

Baca Juga:  Mencari Sosok Pemimpin Muhammadiyah Purbalingga

Jumlah peserta shalat Iedul Adha lebih sedikit ketimbang Iedul Fitri. Karena banyak warga pulang mudik dari berbagai kota ketika lebaran.

Apabila hari raya yang ditetapkan PP Muhammadiyah lebih awal dari Pemerintah, biasanya ada penambahan sekitar 10-15% dan dapat mencapai 10.000 orang jamaah.

Indikator empiris yang bisa dijadikan tolok ukur, antara lain : jumlah mobil dan kendaraan, jumlah shaft yang tidak mampu menampung jamaah serta hasil kotak infaq naik signifikan. Kebetulan kami pernah menjadi panitia selama 10 tahun ketika aktif di Pemuda Muhammadiyah.

Tradisi yang Terjaga

Selain disediakan area “Blok M” terdapat beberapa tradisi keagamaan yang melingkupi shalat Ied di lapangan Sambongsari Weleri, yaitu :

1. Sejak tahun 1979,–sebelum sholat Iedul Fitri dilaksanakan–, Ketua/Sekretaris PCM selalu mengingatkan jamaah untuk segera menunaikan Zakat Amwal melalui BAPELURZAM (sekarang LAZISMu).

Sebagian besar aktivis Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weleri adalah pedagang/pelaku bisnis yang terbiasa melakukan tutup buku setelah “mremo” pasar rakyat ramadhan.

Diinformasikan pula agenda organisasi (Muktamar/Muswil/Musda/Muscab), program pembangunan AUM dan perolehan infaq shalat Iedul Adha tahun sebelumnya.

PCM selaku penyelenggara shalat Ied selalu mengingatkan agar jamaah tidak beranjak meninggalkan lapangan sebelum khotbah Ied selesai.

Baca Juga:  MEWASPADAI KEBANGKITAN GERAKAN TARBIYAH JILID 2

Kedisiplinan dan ketertiban mengikuti rangkaian sholat ied di lapangan telah teruji meski dilaksanakan saat musim penghujan.

Seingat kami baru 4 kali lokasi dipindahkan ke masjid Al-Huda, masjid An-Nur, halaman Pasar Weleri dan halaman SMKM 3 Weleri. Disebabkan hujan deras, kondisi lapangan banjir dan tidak memungkinkan ditempati.

2. Sebelum shalat Iedul Adha dilaksanakan, PCM Weleri mengumumkan hasil perolehan infaq shalat Iedul Fitri beserta jumlah sementara himpunan Zakat Amwal.

Diumumkan pula jumlah hewan kurban (sapi/kambing/domba), lokasi (PRM/Masjid/Mushola/AUM) dan waktu penyembelihan hewan kurban (10/11/12/13 Dzulhijjah).

Tradisi Rapat/ musyawarah pentasyarufan Zakat Amwal oleh Bapelurzam Weleri dilakukan pada akhir bulan Dzulhijjah. Buku laporan Zakat Amwal diberikan kepada seluruh Muzakki, Amil dan Struktur Muhammadiyah dari Pusat hingga Ranting.

3. Tradisi Literasi diwujudkan dalam bentuk Buku Khotbah berisi materi dari Khatib yang dicetak dan dibagikan ke seluruh jamaah shalat Ied.

Pada dua dasawarsa terakhir, buku materi khotbah dilengkapi “promosi” dari beragam AUM dan iklan sponsorship produk barang dan jasa dari puluhan pelaku usaha (UMKM) warga persyarikatan Weleri dan sekitarnya.

4. Khatib shalat Iedul Fitri didatangkan dari Pimpinan Wilayah/Pusat Muhammadiyah atau Pemuda Muhammadiyah.

Baca Juga:  Buka Musyda, Bupati Berharap Muhammadiyah Makin Solid dan Membawa Kemajuan di Purbalingga

Sedangkan khatib shalat Idul Adha diambilkan dari mubaligh PDM/PDPM Kendal atau PCM/PCPM Weleri. Hajriyanto Y. Tohari, Imam Addaruqutni, Abdul Mu’ti dan Ibnu Hasan adalah sebagian nama yang pernah menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.

5. Menggerakkan ekonomi kerakyatan terlihat dari banyaknya pedagang kecil yang menjual aneka makanan/jajanan, minuman dan mainan anak-anak.

Kami menyaksikan sendiri dinihari tadi, beberapa PKL dari Pegandon, Rowosari, Gemuh datang ke lokasi untuk menata peralatan dan perlengkapan jualan di pinggir lapangan, lokasi gratis yang telah disediakan panitia.

Kebiasaan shalat Ied di lapangan Sambongsari dimulai jam 06.30 WIB. Sinar matahari pagi terasa menghangatkan punggung kami sesaat sebelum khatib mengakhiri khotbahnya.

Bertindak sebagai khatib shalat Ied kali ini Nostalgiawan Wahyudhi, ASN Peneliti di BRIN. Adapun imamnya Galuh Andi Luxmana, Pengampu PAYM dan Guru SD Muhammadiyah 1 Weleri. Keduanya aktivis Pemuda Muhammadiyah Weleri dan relatif masih berusia belia.

Sebuah proses perkaderan kultural mubaligh di akar rumput dalam menyiapkan kader umat dan kader persyarikatan yang tangguh. Kader penerus, penyempurna dan pengelola rohanisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah.
Wallahua’lam

Weleri, 28 Juni 2023
*) Ketua PDPM Kendal, 1999-2004.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *