PENGHARGAAN BINTANG MELATI

Berita, Opini332 Dilihat

Khafid Sirotudin

Dua hari sebelum Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal periode 2023-2027, saya menerima surat undangan dari panitia. Pengukuhan PDPM Kendal rencana dilaksanakan di Aula Ahmad Azhar Basyir, lantai 8 RSI Muhammadiyah Kendal, hari Ahad Kliwon, 10 Desember 2023, jam 09.00-11.30 WIB. Penamaan aula megah RSIM Kendal yang mampu memuat 400 orang tersebut, terkait dengan peran strategis Allahuyarham Ahmad Azhar Basyir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah pada proses awal pendirian rumah sakit.

Sejak pertama kali beroperasi 15 Januari 1996 hingga sekarang, hampir semua Ketua Umum PP Muhammadiyah pernah mengunjungi RSI Muhammadiyah Kendal di Weleri. Kepada Abi dan Aufi, kader PDPM Kendal yang mengantarkan surat undangan, saya janji akan hadir meski terlambat karena menghadiri acara Pengukuhan PRM se Cabang Boja yang sudah terjadwal sebelumnya. Saya tiba di lokasi kegiatan jam 11.00 lalu diantar menuju lantai 8 oleh beberapa adik KOKAM yang nge-pam di lantai satu.

Memasuki aula Pengukuhan PDPM Kendal, pas sessi pemberian penghargaan PDPM Kendal kepada beberapa mantan PDPM sesuai nominator. Saya sempatkan bersalaman dengan beberapa tamu undangan yang hadir sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Ada Ketua dan Sekretaris PDM Kendal, Sekda kabupaten Kendal beserta istri dan Forkompimda, Ketua dan anggota DPRD Kendal, PWPM Jateng, GP Anshor Kendal, beberapa Caleg DPR dan DPRD Kendal dari beberapa Parpol. Seingat saya kehadiran legislator DPRD Kendal ini menjadi sesuatu yang khas di Kendal, apalagi DPRD Kendal periode 2009-2014 dan 2014-2019 banyak diisi oleh kader, warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai Parpol.

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Kabupaten Grobogan, Alokasi Kursi dan Dapil

Pemberian penghargaan Bintang Anugerah Melati merupakan salah satu ide kreatif PDPM Kendal periode 2023-2027. Belum pernah dilakukan oleh PDPM periode sebelumnya, termasuk ketika saya menjadi Ketua PDPM Kendal periode 1998-2002. Yang pernah kami lakukan hanya silaturahmi intensif dan mengundang mantan Ketua atau Sekretaris dan tokoh-tokoh PDPM senior sebelumnya untuk kami tampilkan pada berbagai kegiatan PDPM.

Sebelum saya tiba, ternyata saya mendapatkan penghargaan Bintang Anugerah Melati sebagai Ketua PDPM Kendal, yang diwakili penerimaannya oleh putra kami yang baru saja dikukuhkan sebagaii salah satu PDPM Kendal periode 2023-2027. Tidak lama duduk di kursi undangan, nama saya diumumkan sebagai salah satu penerima Bintang Anugerah Melati untuk kategori Tokoh Senior Inspiratif Ideopolitor, bersama Wiji Ahmanto Boja (Tokoh Senior Pelopor Pelangsung dan Penyempurna AUM) dan Eko Basuki (Komandan KOKAM Sepanjang Masa).

Terdapat banyak mantan PDPM Kendal dan Tokoh Pemuda Muhammadiyah yang mendapatkan penghargaan. Beberapa kategori diantaranya adalah Pertama, Bintang Melati untuk Ketua PDPM Kendal dari Masa ke Masa. Diberikan kepada 12 orang mantan Ketua PDPM sejak tahun 1970 hingga Ketua PDPM yang baru saja berakhir (2019-2023), dalam 11 periode kepemimpinan. Yaitu Mahbub Nur Hasyim (1970-1975), Ma’ruf Hanafie (1975-1984), Usman Daud El-Ahmadi (1984-1988), Sudiono Ibnu Shomadi (1988-1992), Bambang Budi SU (1992-1997), Khafid Sirotudin (1998-2002), Muh. Salim (2003-2004) dan Yusuf Efendi (2004-2007), Taufik Husain (2007-2011), Agus Budi Utomo (2011-2015), Ahmad Sulkhan (2015-2019), Lutfi Akhyani (2019-2023).

Baca Juga:  DPT Pemilu 2024 di Purbalingga, Alokasi Kursi dan Dapil

Kedua, Bintang Melati untuk kategori Tokoh Inspiratif. Diberikan kepada K.H. Abdul Barie Shoim (Inisiator Bapelurzam : Badan Pelaksana Urusan Zakat Muhammadiyah 1979 dan termasuk salah satu tokoh dalam 100 Tokoh yang Berpengaruh di Muhammadiyah versi Suara Muhammadiyah). Berikutnya H. Muslim, tokoh Pemuda Muhammadiyah dan mantan Ketua PDM Kendal sebagai Motivator Ulung dalam Gerakan berdakwah, berorganisasi, berzakat dan berinfaq dengan harta, jiwa dan raga. Serta KH. Iskhak, pendiri dan muwakif Pondok Pesantren Darul Arqam Patean Kendal, ulama pembaharu era milenial yang telah mencetak ribuan santri.

Ketiga, Bintang Melati untuk kategori Tokoh Senior PDPM Inspiratif. Diberikan kepada Tandang Suryanto dan Yusuf Efendi sebagai Tokoh Reformasi Kendal Berani Mati. Berikutnya diberikan kepada Wiji Ahmanto, Eko Basuki dan Khafid Sirotudin sebagaimana tertulis diatas. Dan Keempat, Bintang Melati Istimewa diberikan kepada Ali Muzi sebagai Maestro Marching Band Muhammadiyah Kendal.

Makna Penghargaan

Kami kurang mengetahui kriteria apa dan bagaimana kategori penganugerahan Bintang Melati yang diberikan PDPM Kendal saat ini. Tetapi saya yakin sudah melalui proses perdebatan yang hebat dan panjang di kalangan PDPM Kendal. Sebagaimana tradisi diskusi dan kajian yang mendalam telah menjadi budaya tersendiri di kalangan aktivis pemuda Muhammadiyah Kendal. Sebuah peradaban berorganisasi yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.

Setidaknya penghargaan yang berupa selembar sertifikat yang dibingkai dengan pigura hitam yang bagus menjadi penanda monumen amal shalih segenap aktivis Pemuda Muhammadiyah sejak hadir di Kendal pada era 1970-an. Menjadi motivasi dan nilai yang terpatri dalam diri pemuda yang memiliki motto “fastabiqul khairat” (berlomba dalam kebaikan). Menjadi kenangan “jejak digital” yang tercatat oleh generasi penerus, serta menjadikan semangat bagi segenap aktivis Pemuda Muhammadiyah Kendal untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan umat hingga H-1 kiamat.

Baca Juga:  Hadi Warga Purbalingga Ubah Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai Jual

Saya menjadi teringat dikala ibu mertua kami, Hj. Siti Sulasi meninggal dunia, satu dasawarsa lalu di Yogyakarta. Sepekan setelah beliau wafat, datang ke rumah beberapa anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah Mergangsan Kota Yogyakarta. Selain silaturahmi dan takziyah, perwakilan PC Aisyiyah memberikan Sertifikat Penghargaan kepada almarhumah sebagai aktivis Aisyiyah Ranting Kelurahan Brontokusuman dan Imam Sholat di Mushola Putri Aisyiyah Karanganyar yang letaknya persis di depan rumah.

Selain kampung/dukuh Karanganyar dan Prawirotaman, Karangkajen lebih dikenal sebagai kampung Muhammadiyah, sebab terdapat makam KH. Ahmad Dahlan dan mantan Ketum PP Muhammadiyah yang dimakamkan disana. Walaupun ketiganya masih dalam satu wilayah administratif kelurahan Brontokusuman.

Setiap kami dan anak-anak berkunjung ke Yogyakarta, Sertifikat Penghargaan itu selalu terlihat dan terbaca karena dipasang di ruang tamu. Seakan hendak menyampaikan sebuah pesan kepada kami sekeluarga : “Tetaplah berkhidmat di Muhammadiyah yang akan mengantarkan kamu ke depan pintu gerbang Jannatun-Naim”.
Wallahu’alam

Kendal, 14 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *