Bupati Purbalingga Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

Berita611 Dilihat

Fordem.id – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mendapat anugerah Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Penghargaan ini diberikan kepada individu yang berdedikasi dalam keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan KB (Bangga Kencana) serta percepatan penurunan stunting.

“Penghargaan ini bukan dari saya, tapi hasil penilaian dan screening dari Sekretariat Presiden. Kami ucapkan selamat sebagai bentuk kerja keras beliau Ibu Bupati yang menguasai lapangan, dekat dengan masyarakat sehingga program Bangga Kencana bisa sukses,” kata Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo SpOG (K) dalam acara Penganugerahan Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) Tahun 2023 dan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Senin (20/11/2023) di GOR Sasana Krida Perwira, Kecamatan Purbalingga.

Baca Juga:  DPS Pemilu 2024 di Kabupaten Pekalongan

Ia mengapresiasi, berdasarkan data yang Ia miliki bahwa per 1000 perkawinan usia muda (usia 15-19 tahun) di Purbalingga tidak lebih dari 20 orang yang hamil/melahirkan. Angka tersebut di bawah Nasional maupun Provinsi Jawa Tengah.

“Saya harap Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Purbalingga yang jumlahnya 2307 orang cukup untuk mendampingi setiap kehamilan,” katanya.

Pada kesempatan ini, Ia juga memberi sejumlah masukan kepada Pemkab Purbalingga agar program penurunan stunting bisa lebih sistematis. Ia meminta agar Pemkab Purbalingga memberi perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang memiliki permasalahan akses air bersih, rumah tidak layak huni (RTLH), wilayah dengan pernikahan usia muda tinggi, jamban sehat dan sebagainya.

Baca Juga:  Sivitas Akademika Kritik Pemerintahan Jokowi Jelang Pemilu 2024

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berharap penghargaan ini semakin meningkatkan komitmen kerja keras jajaran seluruh pihak agar pembangunan keluarga berkualitas di Purbalingga bisa terealisasi. Ia juga mengungkapkan angka stunting di Purbalingga sejauh ini bisa ditekan dengan baik.

“Pertama kali masuk pemerintahan tahun 2016 kasus stunting di Purbalingga masih tinggi yaitu di angka 23,13%. Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh pihak dalam kurun 7 tahun turun jadi 12,13%,” katanya.

Ia menyebut angka tersebut sudah melampaui target nasional sebesar 14%. Bupati menantang agar angka stunting di Purbalingga bisa kembali diturunkan hingga 1 digit.

Baca Juga:  Kesalehan Sosial dan Ribut Sapi Dewi Perssik

Dalam percepatan penurunan stunting Purbalingga memiliki program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang terus disosialisasikan dan dibentuk di desa desa. Saat ini di Purbalingga terdapat 40 desa kampung KB.

“Kita target awal tahun 2024 seluruh desa harus bisa menjadi Kampung KB. Jadi ini merupakan komitmen kami mensukseskan Bangga Kencana,” katanya.

Disamping penganugerahan penghargaan MKK kepada Bupati, pada kesempatan ini juga penyerahan 32 unit sepeda motor kendaraan dinas/operasional kepada penyuluh KB di Purbalingga. Selain itu peninjauan pelayanan KB implan di mobil pelayanan KB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *