Rumus Menghitung Beban Pokok Penjualan

Ekonomi160 Dilihat

Fordem.id – Bisnis penjualan online memang sedang menjadi tren yang banyak digunakan oleh pelaku bisnis. Selain tidak harus memiliki sebuah toko, bisnis penjualan online juga sangat mudah untuk dilakukan karena sudah banyak marketplace yang menawarkan diri sebagai tempat berjualan produk. Seperti halnya Shopee, Lazada, Tokopedia, TikTok dan masih banyak lagi.

Dalam bisnis penjualan tersebut, ada sebuah istilah yang diberi nama beban pokok penjualan yang digunakan oleh penjual untuk menentukan harga jual produk.

Menghitung beban atau harga pokok penjualan akan sangat membantu dalam menghitung keuntungan yang didapat oleh penjual.

Penjelasan Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan adalah suatu harga barang yang didasarkan pada kumpulan beban atau biaya pembelian yang dijumlahkan. Pembelian tersebut meliputi pembelian yang dibeli secara kredit maupun cash.

Menghitung harga pokok penjualan sangatlah penting bagi seorang penjual atau pelaku bisnis.

Harga ini merupakan harga yang akan menentukan harga jual produk tersebut agar memperoleh keuntungan yang ingin diharapkan.

Harga pokok penjualan berbeda dengan harga pokok produksi. Harga pokok produksi adalah harga yang dihitung berdasarkan biaya produksi dan beban-beban yang ditimbulkan selama proses produksi.

Baca Juga:  Cara Mendatangkan Konsumen Baru

Sedangkan harga pokok pembelian tidak menggunakan biaya produksi, tetapi menggunakan harga pembelian suatu barang baru nantinya ditambahkan beban yang timbul dalam prosesnya.

Perbedaan Beban pokok Penjualan dan Pendapatan

Beban pokok penjualan dan pendapatan merupakan sesuatu hal yang berbeda. Pendapatan adalah total dari semua penjualan yang telah terjadi atau lebih dikenal dengan omset penjualan. Pendapatan dan harga pokok penjualan sangat berkaitan erat dengan keuntungan yang akan diperoleh.

Penjual atau pelaku bisnis sebelum menentukan harga jual, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung harga pokok penjualan.

Setelah beban pokok penjualan diperoleh, barulah menentukan harga jual yang diinginkan dengan menjumlahkan harga pokok penjualan dengan keuntungan yang ingin diperoleh.

Tetapi pelaku bisnis dalam menentukan harga jual produk, harus juga memperhatikan harga jual kompetitor agar tidak kalah di pasaran.

Rumus Menghitung Beban Pokok Penjualan

Untuk menentukan beban pokok penjualan ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan yang meliputi:

Baca Juga:  Strategi Digital Memperkuat UMKM: Inspirasi dari Seminar Komunikasi Bisnis ITBMP

Persediaan awal

Unsur yang pertama adalah persediaan barang awal yang tersedia atau merupakan barang sisa dari periode sebelumnya. Persediaan awal ini akan menjadi salah satu unsur dalam menentukan harga pokok penjualan.

Pembelian

Unsur yang kedua adalah pembelian yang dilakukan oleh pelaku bisnis. Pembelian merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku bisnis untuk menambah stok barang dagangan. Pembelian juga akan masuk dalam menghitung harga pokok penjualan.

Beban dalam pembelian

Beban dalam pembelian merupakan biaya tambahan yang dikeluarkan oleh pelaku usaha dalam proses membeli barang.

Ada bermacam-macam beban dalam pembelian, salah satunya adalah beban angkut atau kirim barang dari tempat pembelian ke gudang.

Retur pembelian

Retur pembelian merupakan pengembalian barang yang sudah dibeli. Ada beberapa alasan yang menyebabkan retur, diantaranya barang tersebut cacat atau rusak sehingga tidak layak untuk dijual. Retur pembelian juga merupakan unsur yang masuk dalam penghitungan harga pokok penjualan.

Potongan pembelian

Maksud dari potongan pembelian adalah potongan yang didapatkan dari pelaku usaha dari supplier atau penyedia barang.

Biasanya jika membeli dengan jumlah tertentu, pelaku usaha akan mendapatkan potongan pembelian seperti contohnya diskon pembelian. Ini adalah unsur yang masuk dalam penghitungan harga pokok penjualan.

Baca Juga:  Cara Menghitung UMK

Persediaan akhir

Terakhir yang masuk dalam hitungan harga pokok penjualan adalah persediaan akhir. Persediaan akhir adalah barang sisa dari penjualan pada periode tertentu dan masih layak untuk dijual.

Untuk menghitung rumus beban pokok penjualan adalah dengan menggunakan perhitungan persediaan barang awal + pembelian + beban pembelian – retur pembelian – potongan pembelian – persediaan akhir.

Rumus tersebut merupakan perhitungan dalam nominal uang, bukan jumlah barang.

Setelah selesai menentukan harga pokok penjualan, untuk mengetahui harga pokok per pcs atau per barang yang bisa dilakukan dengan cara harga pokok penjualan dibagi dengan jumlah barang yang ada di gudang.

Menghitung berapa beban pokok penjualan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis.

Dengan diketahui harga pokok penjualan, pelaku bisnis akan dengan mudah menentukan harga jual konsumen yang pas sesuai dengan jumlah keuntungan yang ingin didapatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *