Makna Dua Kalimat Syahadat

Khazanah89 Dilihat

Margo Hutomo

Fordem.id – Dua kalimat syahadat adalah intisari ajaran Islam. Kaum cerdik pandai sering menyampaikan bahwa kalimat itu terdiri atas kalimat “Laa-ilaaha-illallah” dan “Muhammadun- Rasulullah“.

Bagi umat Islam melafadzkan, mengikrarkan dan memahami keduanya adalah hal yang dihukumi fardhu ‘ain. Sebab jika tak difahami dengan benar dan tepat, maka seseorang bisa terjerumus ke dalam lembah kemusyrikan.

Allah Swt berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya :
Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah” (QS. Muhammad : 19)

Syahadatain merupakan pondasi atau asas dari bangunan keislaman seorang muslim. Apabila pondasinya tidak kuat, maka rumah pun akan mudah roboh. Apalagi ketika tertimpa gempa.

Ayat diatas dengan tegas menjelaskan bahwa umat Islam dituntut berilmu untuk memahaminya. Kata “fa’lam” berarti “maka ketahuilah, ilmuilah….”. Maknanya Allah memerintahkan untuk memahami dengan benar dan tepat kalimat Laa-ilaaha-llallah. Sehingga diharapkan membentuk keyakinan yang kuat dalam hatinya.

Pentingnya Syahadatain

Kalimat syahadatain sangat penting dipahami karena beberapa hal, di antaranya :

1). Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (madkholul Islam)

Allah Swt. berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
(QS. Al Baqarah : 208)

Baca Juga:  LELAH ITU WAJAR, Menyerah? Jangan!

Islam ibarat rumah/bangunan atau sistem hidup yang menyeluruh, dan Allah memerintahkan setiap muslim untuk masuk secara kaffah (menyeluruh). Untuk memasukinya wajib melalui sebuah pintu gerbang, yaitu syahadatain.

Pemahaman Islam yang benar dan tepat hanya bisa dimulai dari pemahaman terhadap kalimat itu. Dengan pemahaman yang benar dan tepat, maka kita akan mengimani dan meyakini bahwa Allah-lah Rabb semesta alam.

2). Intisari ajaran Islam (Khulashah ta’aliimil Islam)

Intisari ajaran Islam adalah kalimat syahadatain, dengan alasan :
Pertama, syahadatain adalah pernyataan proklamasi kemerdekaan seorang hamba. Ibadah itu hanya milik dan untuk Allah semata (Laa ma’buda illallah), baik secara individu (personal) maupun kolektif (jamaah). Kemerdekaan yang bermakna membebaskan diri dari segala bentuk kedzaliman, perbudakan, kemusyrikan, kekafiran, kefasikan.

Para ulama menyimpulkan kalimat ini dengan istilah Laa ilaaha illallah ‘alaiha nahnu : “di atas prinsip kalimat laa ilaaha illallah itulah kita hidup, kita mati dan dibangkitkan”. Rasulullah Saw pernah bersabda, artinya : “Sebaik-baik perkataanku dan Nabi2 sebelumku adalah Laa ilaaha illallah”.

Baca Juga:  KERJA IKHLAS PETUGAS KESEHATAN

Keimanan seorang hamba menjadi kuat dengan pemahaman yang tepat dan benar makna syahadatain. Sehingga mudah menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah akan memberikan dua keuntungan bagi mereka yang beriman dengan bersih, yaitu hidup aman tentram dan mendapat petunjuk Allah. Sebagaimana firman-Nya yang artinya : “Orang-orang yg beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.
(Qs. Al-An’am: 82).

Kedua, kita bersaksi bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah.
Maknanya kita sudah seharusnya meneladani Rasulullah Saw dalam beribadah kepada Allah. Sebab Nabi Saw. adalah orang yang paling mengerti cara (kaifiyat) beribadah kepada- Nya.

Sebagaimana riwayat berikut, artinya: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat…”. Begitu pula Sunnah Nabi saw. berlaku untuk menjalankan ibadah di semua aspek kehidupan yang Islami.

3). Dasar-Dasar Perubahan (Asasul inqilaab)

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan mendasar dalam kehidupan manusia. Yaitu perubahan dari kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya (Islam). Sebuah perubahan yang mencakup keyakinan, pemikiran dan perilaku hidupnya secara keseluruhan. Baik secara individual/personal maupun sosial.

Perubahan secara personal dari ahli maksiat menjadi ahli ibadah; dari bodoh menjadi pandai; dari kufur menjadi beriman, dan seterusnya.
Adapun secara sosial, merubah syirik dan dzalim menjadi tauhid dan adil. Serta perubahan sosial, ekonomi, politik, budaya bagi sebuah bangsa.

Baca Juga:  MAKNA GHIBAH

4. Hakikat Dakwah para Rasul (Haqiqatud Da’watir Rasul)

Para nabi, sejak Adam As. sampai Muhammad Saw, berdakwah dengan misi yg sama, yaitu mengajak manusia untuk hanya beribadah kepada Allah dan meninggalkan thoghut.
Terkait hal itu Allah berfirman, artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhi thagut itu”.
(QS 16 : 36)

5. Keutamaan yg Besar (Fadhaailul ‘Azhim)

Kalimat syahadatain, jika diaplikasikan dalam kehidupan, menjanjikan keutamaan yang besar. Keutamaan itu dapat berupa moral maupun material; kebahagiaan dunia dan akhirat; mendapatkan jaminan surga serta dihindarkan dari panasnya neraka.

Syahadatain seorang muslim yang dinyatakan atau diikrarkan dengan sungguh-sungguh, merupakan janji suci sekaligus sumpah setia kepada Allah Swt. Syahadatain merupakan ruh keimanan. Iman adalah keyakinan tanpa keraguan, penerimaan tanpa keberatan, kepercayaan terhadap semua keputusan Allah untuk semua makhluk-Nya. (QS 49 : 15).

Wallahu A’lam
Batang, 16/09/2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *