Tiga Pilihan Hijrah Manusia Modern: Menemukan Jalan Baru Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

Berita108 Dilihat

Oleh: Rudi Pramono

Hijrah adalah sebuah istilah klasik yang diambil dalam sejarah Islam dan tersebut pula dalam Al Qur’an. Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Islam, yang kemudian menjadi awal Tahun Hijriyah.

Istilah Hijrah yang berarti berpindah secara fisik atau non fisik, jasmani atau rohani menjadi populer di jaman modern untuk menandai dimulainya hidup baru seorang manusia yang sebelumnya bergelimang dosa, mengalami kehampaan rohani dan kegagalan hidup.

Fenomena ini menjadi populer karena ekspos medsos terhadap kalangan selebritis yg beralih haluan secara ‘drastis’ . Yang pertama kali terlihat dari cara berpakaian untuk yang perempuan jilbab/gamis panjang lebar hitam dan bercadar, sementara untuk yang laki-laki berjenggot lebat, berkopiah dan baju gamis.

Baca Juga:  Pendaftar KPPS di beberapa TPS Melebihi Kuota

Tidak ada yang salah dari sebuah pilihan hidup merupakan hak siapapun untuk hajaru wa jahidu berhijrah dan berjihad untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, menjadi lebih baik dengan paham keagamaan tertentu yang memenuhi kebutuhan rohani mereka dan aktif mempublikasikan lewat media sosial secara kreatif, inovatif dan menciptakan ‘populer culture’ sehingga mendapatkan banyak pengikut dan membentuk komunitas.

Menurut saya ada tiga pilihan hijrah manusia modern : Pertama, Hijrah religiusitas, paham cenderung konservatif, tekstual, eksklusif namun peduli kemanusiaan, anti kekerasan dan non politik terlihat hijrah pada kalangan selebritis dan orang terkenal lainnya, kita sebut “Eksoterisme Tekstual”

Baca Juga:  Dewan Pimpinan Daerah IMM Jateng Songsong Pemilu 2024 Yang Berkeadaban

Kedua,¬†Hijrah ‘Sufi’ lebih kearah diri, zuhud, mengoreksi dan menata pribadi diri lebih baik lebih mendekatkan diri kepada Tuhan secara batin dan spiritual, kita sebut saja “Eksoterisme Ritual”

Ketiga,¬†Hijrah Aktifisme semangat spiritual progresif, inklusif, kontekstual dalam pemikiran keislaman dan amal shalih transformatif, pemberdayaan sosial kemanusiaan dan mengembangkan ilmu pengetahuan kita sebut saja “Esoterisme Aktifisme”.

Pilihan yang terakhir ini insha Allah lebih luas maknanya dan menjadi jawaban atas arus kuat liberalisme dan sekularisme dunia.

Muhammadiyah dengan slogan Islam berkemajuan insha Allah mengambil pilihan hijrah yang ketiga ini. Kader Religius, Progresif dan Transformatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *