MUHAMMADIYAH HARUS BERPERAN DALAM ERA DIGITAL DISRUPTION

Berita331 Dilihat

Arif Zaini Arrosyid

SEMARANG – Sudah saatnya Muhammadiyah mengambil berperan sebagai digital disruptor, yakni individu atau kelompok yang memberikan pengaruh secara agresif dan menguasai wacana di internet.

Pimpinan INews Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno, mengatakan untuk bisa mencapai digital disruptor, Muhammadiyah secara agresif harus menggunakan teknologi dan model aktivitas dakwah terbaru untuk menguasai sasaran dakwah,” kata Teguh HP. Sabtu (22/6/24)

Dia menyampaikan hal itu pada pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP-UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Pelatihan digelar secara hybrid diikuti 150 peserta dari berbagai daerah.

Baca Juga:  KPU Purbalingga Resmi Buka Pendaftaran PPK untuk Pilkada 2024

Teguh menyampaikan materi pengantar jurnalistik dan anatomi media. Pemateri lainnya, Mukhtarom  wartawan TVRI dengan tajuk merancang liputan UMKM, politik kebangsaan dan demokrasi serta menggali ide menarik liputan dan bahan berita.

Production manager Tribun Jateng, Rustam Aji yang juga Ketua MPI PWM Jateng menyampaikan teknik penulisan berita dan wawancara. Sedangkan Anas Syahirul Alim, komisioner KPID Jateng, menyampaikan materi menggali data liputan dan menjadi editor atau admin media.

Teguh Hadi Prayitno menambahkan, langkah Muhammadiyah untuk berperan sebagai digital disruptor harus mampu menjaga sasaran dakwah yang sudah ada dan menciptakan sasaran dakwah baru.

Baca Juga:  Baru Saja Dikukuhkan Guru Besar oleh Unsoed, Pius Lustrilanang Terseret KPK

Dalam menuju perannya sebagai digital disruptor Muhammadiyah harus melakukan penguatan literasi dan budaya digital di semua tingkatan dari Pimpiman Pusat sampai Ranting,kata dia.

Dengan begitu, lanjut dia, akan terbangun kepercayaan diri terhadap potensi digital yang dimiliki persyarikatan, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi maupun finansial.

Rustam Aji mengatakan Muhammadiyah dihadapkan pada tantangan post-truth, dimana kebenaran berbasis pada keyakinan bukan pada fakta. Untuk menghadapi era post-truth, Muhammadiyah harus mencetak kader-kader yang memiliki kompetensi di bidang jurnalistik.

Dengan kemahiran di bidang jurnalistik, kader dan warga Muhammadiyah dapat menyebarkan konten positif berdasarkan argumen, fakta dan data,kata dia.

Baca Juga:  KPU Kabupaten SukoharjoTetapkan DPS untuk Pemilu 2024

*) Peserta Pelatihan Jurnalistik UKMMu.com & fordem.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *