MAKNA FITNAH

(Pesan-Pesan Tuhan)

Khazanah, Opini61 Dilihat

Margo Hutomo

Allah Swt. berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ( الحجرٰت : ٦)

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“.
(QS. Al-Hujurat : 6)

Ayat ini memberikan tuntunan kepada umat Islam agar berhati-hati dalam menerima berita, terutama jika bersumber dari orang yang fasik (tidak taat beragama). Perlunya berhati-hati untuk menghindarkan penyesalan akibat tindakan zalim yang berasal dari berita yang belum diteliti kebenarannya, baik data maupun fakta (fitnah).

Dalam al-Qur`an, fitnah disebutkan sebanyak 52 kali dalam 30 surat dengan beragam makna sesuai konteks ayat. Secara garis besar ada 15 makna kata fitnah, yaitu syirik, penyesatan, pembunuhan, menghalangi dari jalan Allah, kesesatan, alasan, keputusan, dosa, sakit, sasaran, balasan, ujian, azab, bakar, dan gila.

Dari 15 makna kata fitnah dalam al-Qur`an ini, tidak ditemukan makna fitnah yang sama persis dengan apa yang difahami masyarakat pada umumnya, yang bermakna menyebar berita bohong untuk menjelekkan nama seseorang.

Makna Fitnah Secara Bahasa

Makna fitnah di dalam bahasa Arab terkumpul pada makna cobaan dan ujian.
الابتلاء، والامتحان

Asalnya diambil dari ucapan seseorang:

فتنتُ الفضة والذهب

Saya menguji perak dan emas”.

Maksudnya adalah melelehkan keduanya dengan api agar terpisahkan antara yang buruk dengan yang bagus. Makna inilah yang ditunjukkan oleh firman Allah :

{يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ}

(Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api Neraka”.
(Adz-Dzariyat : 13). Maksudnya adalah “dibakar dengan api Neraka” (Tahdziibul Lughah : 14/296).

Ibnu Faris ra. berkata, “Huruf Fa`, Ta`, dan Nun adalah huruf dasar yang shahih menunjukkan kepada cobaan dan ujian”. (Maqayisul Lughah : 4/472).

Makna Fitnah Secara Istilah

Baca Juga:  Menjadikan Pemilu 2024 Sebagai Pesta Demokrasi yang Menggembirakan dengan Meningkatkan Partisipasi Publik dan Proses yang Adil

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan seseorang (seperti menodai nama baik dan merugikan kehormatan orang).

Ibnul Atsiir ra. berkata, “(Secara bahasa maknanya) “Ujian… dan (kata fitnah) banyak penggunaannya dalam perkara yang tidak disukai, kemudian setelah itu banyak digunakan untuk makna-makna dosa, kekafiran, perang, pembakaran, penghilangan dan memalingkan sesuatu”.
(An-Nihayah 3/410).

Ibnul A’rabi berkata : “Fitnah bermakna ujian, fitnah bermakna cobaan, fitnah bermakna harta, fitnah bermakna anak-anak, fitnah bermakna kekafiran, fitnah bermakna perselisihan pendapat diantara manusia, fitnah bermakna pembakaran dengan api”.
(Lisanul Arab, Ibnu Manzhur).

Toto Adidarmo dan Mulyadi menjelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam : Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah Kelas XII, makna fitnah dalam Al-Quran terbagi menjadi dua macam, yaitu :

Pertama, fitnah dalam arti ujian-ujian keimanan, seperti kemusyrikan, kekafiran, kezaliman, kesesatan, siksaan, dan godaan syahwat.

Kedua, fitnah dalam arti menyebarkan aib atau menuduh orang lain berbuat yang tidak sebenarnya. Fitnah dalam arti menyebarkan tuduhan dan keburukan ini merupakan akhlak tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim.

Makna Fitnah dalam Al-Qur’an

Kita menemukan beberapa makna di dalam Al-Qur’an, sebagai berikut :

Pertama, Cobaan dan Ujian.
(الابتلاء والاختبار)

Allah berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
(Al-Ankabut : 2).

Maksud {وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ} adalah
وهم لا يبتلون
Sedang mereka tidak diuji lagi ?”. (Tafsir Ibnu Jarir).

Kedua, Memalingkan dari Jalan Kebenaran dan Menolaknya.

Allah berfirman :

وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ

Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu”. (Al-Maidah : 49).

Al-Qurthubi ra. mengatakan :

معناه: يصدوك ويردوك

Maknanya adalah menghalangimu dan menolakmu“.

Baca Juga:  Menjembatani Deprivasi di Kota: Tantangan dan Peluang Gerakan Sosial Profetik

Ketiga, Siksa.

Allah berfirman :

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah mendapatkan siksaan”.
(An-Nahl : 110).
Maksud {فُتِنُوا} adalah mereka disiksa.

Keempat, Syirik dan Kekufuran.

Allah berfirman :
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi”.
(Al-Baqarah : 193).

Ibnu Katsir ra menjelaskan fitnah dalam ayat ini adalah
أي شرك
yaitu syirik.”

Kelima, Terjatuh di Dalam Kemaksiatan dan Kemunafikan.

Allah berfirman :
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata : “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?”. Mereka menjawab benar, tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri”.
(Al-Hadid : 14)

Al-Baghawi berkata :
أي أوقعتموها في النفاق وأهلكتموها باستعمال المعاصي والشهوات.
Maksudnya kalian menjerumuskan diri kalian sendiri ke dalam nifak dan kalian binasakan diri kalian dengan melakukan kemaksiatan dan (mengikuti) syahwat.”

Keenam, Samarnya antara Kebenaran dengan Kebatilan.

Allah berfirman :
إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
Jika kalian (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kesamaran antara kebenaran dengan kebatilan di muka bumi dan kerusakan yang besar”.
(Qs. Al-Anfal : 73).

Maksudnya
إلا يوالى المؤمن من دون الكافر ، وإن كان ذا رحم به {تكن فتنة في الأرض} أي شبهة في الحق والباطل
“Jika tidak wala’ (cinta) kepada kaum mukminin tanpa orang kafir walaupun (orang kafir tersebut) kerabat yang ada hubungan rahimnya {تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ}, yaitu : akan terjadi syubhat/kesamaran antara kebenaran dengan kebatilan”.
(Tafsir Jami’ul Bayan, Ibnu Jarir).

Ketujuh, Penyesatan

Allah berfirman :

وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا
Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah”.
(Qs. Al-Maidah : 41).

Baca Juga:  Menyemai Minat Politik di Kalangan Muda: Membangun Perubahan Positif Untuk Masa Depan

Sesungguhnya makna fitnah disini adalah Penyesatan (Al-Bahrul Muhith).

Kedelapan, Pembunuhan dan Penawanan.

Allah berfirman :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا
Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian men-qashar shalat (mu), jika kalian takut diserang orang-orang kafir”.
(Qs. An-Nisa`: 101).

Dalam Tafsir Ibnu Jarir, disebutkan tafsir ayat ini :
حملهم عليهم وهم فيها ساجدون حتى يقتلوهم أو يأسروهم
Serangan orang kafir terhadap kaum mukminin, sedangkan mereka dalam keadaan shalat, saat sujud, hingga orang- orang kafir tersebut membunuh kaum mukminin atau menawan mereka”.
(Tafsir Ibnu Jarir).

Kesembilan, Perselisihan Pendapat dan Tidak Bersatunya Hati Mereka.

Allah berfirman :

لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ
Jika mereka berangkat bersama- sama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisan kalian, untuk mengadakan perselisihan di antara kalian”.
(At-Taubah : 47)

Maksud dari {يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ} adalah mereka menjerumuskan kalian ke dalam perselisihan diantara kalian.

Kesepuluh, Gila.

Allah berfirman :
بِأَيْيِكُمُ الْمَفْتُونُ
Siapa diantara kalian yang gila”.
(Al-Qolam : 6)
Maksud {الْمَفْتُونُ} adalah gila.

Kesebelas, Pembakaran dengan Api.

Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar”. (Qs. Al-Buruj :10).

Al-Baghawi ra berkata
{إن الذين فتنوا} عذبوا وأحرقوا
Makna {إن الذين فتنوا} mereka diadzab dan dibakar.

Kesimpulan
Ibnu Hajar ra berkata :
ويعرف المراد حيثما ورد بالسياق والقرائن. الفتح ( 11 /176)
Dan dimanapun kata ‘fitnah’ disebutkan, dapat diketahui maksudnya dari konteks kalimat dan petunjuk- petunjuknya”.
(Fathul Bari 11/176)
Wallahu A’lam

Batang, 21 Maret 2024
*) Drs. Margo Hutomo, Lc. Pengasuh Majelis Muthala’ah Al-Quran (MMA) Batang dan Pekalongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *