Kisah Inspiratif Cak Nanto, Anak Panti yang Menjadi Nomor Satu di Pemuda Muhammadiyah

Tokoh177 Dilihat

Fordem.id – Sunanto atau akrab dipanggil Cak Nanto, merupakan sosok pemuda yang tidak menyerah dengan keadaan.

Dia lahir 24 September 1980 di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Cak Nanto adalah putra bungsu pasangan Muatram dan Zakiah.

Kedua orang tuanya, merupakan rakyat biasa yang mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber utama untuk bertahan hidup.

Keadaan tersebut, membuat Cak Nanto menjalani masa kecil jauh dari kata cukup.

Dia pun memilih untuk tinggal di panti asuhan Muhammadiyah Sumenep.

Bagi Cak Nanto, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap manusia yang dapat merubah hidup.

Baca Juga:  Refleksi Hari Kemerdekaan RI, UMKM Serap 93 Persen Tenaga Kerja

Pada saat menempuh pendidikan di SMA, dia aktif dalam organisasi Muhammadiyah.

Selama berorganisasi, Cak Nanto belajar banyak hal tentang kehidupan.

Dia mulai menyadari bahwa untuk merubah keadaan diperlukan kerja keras dan pantang menyerah.

Kondisi keluarga yang kurang mampu, bukannya membuat dia merasa kecil, justru sebaliknya menjadi motivasi utama untuk merubah keadaan.

Dia percaya bahwa apa yang diingikan bisa terwujud jika fokus pada tujuan. Dan pendidikan menjadi jalan terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Setelah lulus SMA, Cak Nanto memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Tengah. Hingga akhirnya, dia masuk di Universitas Muhammadiyah Surakarta, mengambil jurusan Hukum Islam.

Baca Juga:  Hizbul Wathan Qobilah AR Fachrudin SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Gelar Masa Penerimaan Tamu dengan Fokus Tingkatkan Mental Bela Negara Siswa

Masa remaja yang dihabiskan di lingkungan Muhammadiyah, membuat dia memilih aktif di organisasi yang sama. Dia masuk dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Dari Muhammadiyah dia mendapatkan pencerhan hidup. Pendidikan, pantang menyerah, fokus pada tujuan dan salah satu semboyan Muhammadiyah, yaitu ‘fastabiqul khairat’ atau berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi perpaduan yang ideal baginya.

Kemampuan berorganisasi membuat Cak Nanto cepat dikenal dan menempati posisi penting di IMM. Dia didaulat menjadi Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah periode 2006-2009.

Walaupun postur tubuhnya kecil, namun semangat untuk merubah keadaan sangatlah besar.

Baca Juga:  Soekarno dan Muhammadiyah

Hingga akhirnya, prinsip yang dia percayai membuat hidupnya berbuah. Dari orang biasa menjadi luar biasa.

Pada tahun 2018, Cak Nanto menjadi orang nomor satu di Pemuda Muhammadiyah.

Dia terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk periode 2018-2022.

Dari kisah inspiratif di atas kita belajar bahwa kehidupan bisa diubah asalkan kita berusaha dengan sungguh-sungguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *