DAMPAK PEMIMPIN DZALIM

Khazanah, Opini115 Dilihat

Margo Hutomo

Pemilihan Umum Serentak 2024 untuk memilih Calon anggota Legislatif (DPD, DPR, DPRD Provinsi/Kota/Kabupaten), serta Calon Presiden-Wakil Presiden (Eksekutif) akan dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Mengingat betapa pentingnya sebuah kekuasaan dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka diperlukan perhatian terhadap peringatan-Nya.

Allah Swt. berfirman, artinya :
Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan orang- orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantas berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya“.
(QS. Al-Isra’ : 16)

Ayat ini menjadi peringatan pada kita, apabila Allah Swt. berkehendak untuk membinasakan suatu negeri, maka Dia memerintahkan kepada orang-orang yang hidup bermegah mewah di negeri itu supaya menaati Allah. Maksudnya, apabila ada sebuah negeri dimana penduduknya telah melakukan kemaksiatan dan kejahatan secara merata, maka sudah pantas untuk dijatuhi azab.

Baca Juga:  HIKMAH BERSYUKUR

Namun, Allah Swt dengan keadilan-Nya, tidak serta merta menjatuhkan azab, sebelum memberikan peringatan kepada para pemimpin (penguasa) untuk menghentikan kemaksiatan dan kejahatan penduduknya agar segera bertaubat dan kembali taat kepada ajaran Allah, Tuhan semesta alam.

Akan tetapi, berdasarkan catatan sejarah kita menjadi mengetahui, bahwa orang-orang yang jauh dari hidayah Allah tidak akan pernah mau mendengarkan peringatan itu. Bahkan mereka lebih memilih menjadi pembangkang dan penentang ajaran Tuhannya.

Kemudian Allah memusnahkan mereka dari muka bumi dengan berbagai azab, berupa bencana alam dan bencana lainnya. Itulah Sunnatullah yang tidak dapat dielakkan. Tuhan menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, hingga tidak ada sedikit- pun manusia, harta kekayaan dan bangunan yang tersisa.

Baca Juga:  GAGAL MENJADI KEPALA SEKOLAH

Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman, artinya :
Banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan. Cukuplah Tuhanmu sebagai Dzat yang Maha Teliti lagi Maha Melihat dosa-dosa hamba-Nya“.
(QS. Al-Isra’ : 17)

Pada ayat ini Allah mengisahkan kaum- kaum yang mengalami nasib sama setelah Nuh. Mereka dibinasakan karena pembangkangan mereka terhadap para Utusan Allah (Rasul/Nabi) yang diberi amanat untuk menghentikan mereka dan mengajak kembali ke Jalan yang Benar. Ayat ini sebagai penegasan ayat sebelumnya, bahwa suatu negeri yang penduduknya tetap membangkang setelah datangnya Rasul, sang pemberi peringatan kepada mereka, pasti akan mengalami nasib buruk yang sama dengan umat-umat terdahulu.

Baca Juga:  Media Sosial Sebagai Sarana Pemilih Partisipatif

Di akhir ayat ini, Allah menyebutkan balasan yang serupa itu adalah balasan yang bijaksana dan adil, karena Allah telah memberi peringatan dan mengetahui segala tindak-tanduk mereka. Allah Maha Melihat dosa-dosa yang telah dilakukan oleh para hamba-Nya.
Wallahu A’lam

Batang, 6 November 23
*) Drs. Margo Hutomo, Lc. Pengampu Majlis Muthala’ah Al-Quran (MMA) di Pekalongan, Batang dan Weleri Kendal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *